Unit kerja keuangan merupakan komponen vital dalam operasional sebuah organisasi, terutama rumah sakit atau institusi pelayanan kesehatan lainnya. Manajemen unit keuangan yang baik tidak hanya berfokus pada administrasi anggaran, tetapi juga bagaimana memastikan bahwa setiap sumber daya keuangan yang ada digunakan secara efektif dan efisien untuk mendukung pencapaian tujuan strategis rumah sakit. Dalam era modern, manajemen keuangan semakin dituntut untuk transparan, akuntabel, dan terintegrasi dengan strategi keseluruhan organisasi, salah satunya melalui pendekatan Balanced Scorecard.
Artikel ini akan membahas tata kelola unit keuangan di rumah sakit berdasarkan input, proses, output, dan outcome, serta integrasi dengan Balanced Scorecard dalam pengukuran kinerja keuangan dan non-keuangan.
Unit kerja keuangan adalah divisi atau departemen yang bertanggung jawab atas manajemen keuangan di sebuah organisasi. Di rumah sakit, unit kerja keuangan memiliki peran dalam pengelolaan pendapatan, biaya operasional, alokasi anggaran, akuntansi, hingga pelaporan keuangan. Unit ini harus bekerja sama dengan unit-unit lain, termasuk unit medis dan unit penunjang lainnya, untuk memastikan bahwa setiap kegiatan operasional rumah sakit didukung oleh manajemen keuangan yang efektif.
Input
Input dalam manajemen keuangan merujuk pada segala sumber daya yang digunakan untuk menjalankan fungsi keuangan. Di rumah sakit, input ini bisa meliputi:
Proses
Proses dalam manajemen unit kerja keuangan mencakup seluruh langkah yang dilalui dalam pengelolaan keuangan, mulai dari penerimaan pendapatan hingga pengeluaran biaya dan pelaporan keuangan. Proses ini meliputi:
Output
Output dari manajemen keuangan adalah hasil langsung dari proses keuangan yang dilakukan. Output ini bisa berupa:
Outcome
Outcome mencakup dampak jangka panjang dari manajemen keuangan terhadap kinerja keseluruhan rumah sakit. Outcome yang diharapkan dari tata kelola keuangan yang baik meliputi:
Pendekatan Balanced Scorecard (BSC) dikembangkan oleh Robert Kaplan dan David Norton sebagai metode untuk mengukur kinerja organisasi tidak hanya berdasarkan perspektif keuangan, tetapi juga perspektif lainnya seperti pelanggan, proses bisnis internal, dan pembelajaran serta pertumbuhan. Integrasi Balanced Scorecard dalam manajemen keuangan membantu menghubungkan kinerja finansial dengan pencapaian tujuan strategis rumah sakit.
Berikut adalah empat perspektif Balanced Scorecard yang terintegrasi dalam manajemen unit kerja keuangan:
Perspektif Keuangan
Perspektif ini tetap menjadi inti dari manajemen unit keuangan, yang fokusnya pada kesehatan keuangan rumah sakit. Indikator kinerja utama (KPI) yang dapat digunakan meliputi:
Perspektif Pelanggan
Dari sisi pelanggan, unit keuangan berperan dalam memastikan bahwa pembayaran dari pasien (baik melalui kas atau asuransi) dapat diproses dengan cepat dan transparan. KPI yang relevan meliputi:
Perspektif Proses Bisnis Internal
Dalam perspektif ini, unit keuangan harus memastikan bahwa proses keuangan internal berjalan efisien dan mendukung pencapaian tujuan strategis. KPI yang dapat digunakan termasuk:
Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan
Perspektif ini menilai bagaimana manajemen keuangan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan infrastruktur untuk mendukung keberlanjutan operasional jangka panjang. Beberapa KPI yang dapat digunakan:
Ketidakpastian Pendapatan
Rumah sakit sering kali menghadapi tantangan dalam hal ketidakpastian pendapatan, terutama jika tergantung pada pembayaran dari asuransi atau lembaga pemerintah yang kadang terlambat melakukan pembayaran. Manajemen keuangan harus memastikan adanya cadangan kas yang cukup untuk mengatasi likuiditas dalam jangka pendek.
Pengendalian Biaya
Rumah sakit harus beroperasi dengan efisien sambil tetap memberikan pelayanan berkualitas. Menyeimbangkan antara efisiensi biaya dan kualitas layanan merupakan tantangan besar bagi manajemen keuangan.
Kepatuhan terhadap Regulasi
Rumah sakit harus mematuhi berbagai regulasi dan standar keuangan yang berlaku. Kegagalan dalam mematuhi aturan ini dapat berujung pada sanksi dan membahayakan reputasi institusi.
Manajemen unit kerja keuangan adalah elemen kunci dalam operasional rumah sakit yang berperan dalam memastikan keberlanjutan finansial, pengendalian biaya, dan dukungan terhadap pelayanan medis. Dengan pendekatan berdasarkan input, proses, output, dan outcome, manajemen keuangan dapat memastikan bahwa setiap dana yang ada digunakan secara optimal. Integrasi Balanced Scorecard dalam manajemen keuangan memungkinkan pengukuran kinerja yang komprehensif, mencakup aspek finansial dan non-finansial yang penting bagi keberhasilan jangka panjang rumah sakit.